Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

(-)L 4 Y 4 r K 3insafan(-)

Untuk apa hidup jika orang yang di cintai telah tiada, masa kecil seharus nya berada dalam dekapan ibu tercinta, merasakan pelukan dan ciuman sang bunda,semua itu ia rasakan hanya sekejap saja.Hari ini,besok dan seterusnya ia harus hidup tanpa bunda tercinta,karena bunda kini telah tiada.

Itu lah pil pahit kehidupan yang harus di telan Dedi. Anak berumur empat tahun ini harus ikhlas mengantar sang bunda ke tempat peristirahatan nya yang terakhir.Mungkin dalam benak Dedi terpikir bunda  kejam meninggalkannya, ketika pelukan ,ciuman,kasih sayang sang bunda masih di harapkan.Namun inilah kehidupan,dengan atau tanpa ridho kita, hidup ini meski berjalan sesuai kehendak nya.Sebagai hamba Allah manusia hanya bisa tawakkal dan menyerah kan urusan kepada Nya.

Kini, hari-hari Bocah kecil itu hanya bisa menangis dengan tersedu sedu ,kata Ibu,Ibu,Ibu............ itulah yang sering terucap lisannya.Ayah yang seharus nya bisa berjihad mencari nafkah keluarga,harus rela berbagi waktu untuk anak tercinta. Jika hendak pergi bekerja,sang ayah menitip kan Dedi kepada sanak keluarga.

Walau tanpa ibu tercinta ,Dedi tetap semangat menjalani hari-hari nya,bermain bersama teman seumuran dengan nya.Terkadang Dedi ikut bersama ayah ,dengan senang hati sang ayah mengajak Dedi ketempat dimana ia mengais rezeki ,menjadi seorang upahan untuk menghidupi keluarga.

Tiga tahun waktu berjalan.Kasih sayang sang ayah, senyuman sang ayah, pelukan mesra sang ayah,tempat merengek dan mengadu. Hari ini,besok dan seterusnya semua itu tak akan Dedi rasakan lagi.Ikhlas atau tidak,sang ayah telah di panggil oleh yang kuasa.Diumur tujuh tahun itu,Dedi harus kembali menelan pahitnya Pil kehidupan.Dulu sewaktu harus berada dalam dekapan bunda,namun  sang bunda meninggalkannya dan kembali pada yang kuasa, dan sekarang ketika kasih sayang ayah yang telah ia rasakan,namun sang ayah telah pergi untuk selamanya.

Nasib menjadi yatim piatu telah ia rasakan mulai dari umur tujuh tahun,kadang iri melihat teman-temannya bercengkrama dengan ayah dan ibu mereka.Rengekan mereka ada yang mendengar,rintihan mereka ada yang merasakan,sedangkan Dedi hanya hidup tanpa kasih sayang ibu dan ayah.kadang kerinduan itu hanya terlepaskan dengan melihat batu nisan ibu dan ayah.

Kini,Dedi hidup bersama keluarga pamannya (Abang kandung ibunya ),disinilah Dedi kembali mulai ceria dengan di temani anak paman yang seumuran dengan Dedi.Disini ia kembali merasakan kasih sayang, cinta nya Ibu dan ayah seakan akan ia rasakan kembali, walau hanya sentuhan kasih sayang  paman dan bibi.

Dengan kasih sayang paman dan bibi ,Dedi mulai tumbuh dewasa dan menjadi orang yang berpendidikan,dari sini ia mulai menggantungkan cita-cita. Lain dulu lain sekarang,dengan kasih sayang paman dan bibi ,kini dedi telah menyelesai kan studi nya di SMA, dan alhamdulillah sepeninggal penulis (saya sendiri,berangkat ke Cairo ) Dedi ikut pendidikan mandiri pemerintah daerah. Good Luck Brother.

Ketika bayangan ayah dan ibu hadir dalam benak nya,Dedi hanya bisa berdoa "Ya Allah ampunilah dosa ku dan dosa kedua orang tuaku,dan kasihanilah mereka kedua nya sebagaimana mereka mengasihani ku di waktu kecil, Ya allah jadikan lah Kubur mereka taman dari taman surga,dan hindari lah mereka dari siksa neraka…amin."


Tulisan diikutsertakan dalam kontes blog di http://www.anazkia.blogspot.com/ yang disponsori oleh http://denaihati.com/

anazkia wrote on May 31, '10
Syukron jazakumullah sudah ikut berpartisipasi. Linknya saya kirim ke juri.

Btw, kenal sama Arif Friyadi nggak?
anazkia wrote on May 31, '10
Afwan, boleh nggak tolong betulkan linknya? itu salah satu syarat. Afwan, ana klik nggak bisa :(
qqcakep wrote on Jun 1, '10
Masya Allah. Beruntung Dedi masih sempat mendapatkan kasih sayang Ibu Bapa meskipun diwakilkan oleh saudara orangtua. Banyak yang mengalami nasib serupa namun akhirnya harus tinggal di panti asuhan. Lebih merana tentu.
arzilcairo wrote on Jun 1, '10
qqcakep said
Masya Allah. Beruntung Dedi masih sempat mendapatkan kasih sayang Ibu Bapa meskipun diwakilkan oleh saudara orangtua. Banyak yang mengalami nasib serupa namun akhirnya harus tinggal di panti asuhan. Lebih merana tentu.
alhamdulillah ukhty......... sekrng beliau sudah dewasa moga apa impian beliau selama ini bisa jadi kenyataan......rindu nie ma dedi...:)
qqcakep wrote on Jun 1, '10
Amiin yaa Allah. Tadi ana nulis udh jadi. Tapi malam ini mau ana posting kok agak merinding baca ulangnya. Hikz... Nunggu hari terang dah jadinya :D
arzilcairo wrote on Jun 1, '10
qqcakep said
Amiin yaa Allah. Tadi ana nulis udh jadi. Tapi malam ini mau ana posting kok agak merinding baca ulangnya. Hikz... Nunggu hari terang dah jadinya :D
ukty aja dah merinding.pa lagi pembaca....hummmmmm
okeyzz wrote on Jun 2, '10
speechless.

tapi alhamdulillah skrg merintis jalan jadi orang sukses kan ya..
semangat terus buat dedi!
arzilcairo wrote on Jun 2, '10
okeyzz said
speechless.

tapi alhamdulillah skrg merintis jalan jadi orang sukses kan ya..
semangat terus buat dedi!
syukrob mbak......... ana jadi kangen ma dedi nie, dah lama tak jumpa. hikx hikz
anazkia wrote on Jun 3, '10
Syukron yah, dah diperbaiki :)
Kapan2, kalo sempet ke blogspot Mbak lihat di daftar peserta lomba.
Add a Comment